Islam Dalam Krisis (II)

Dinasti Umayyah yang sepenuhnya bercorak Arab dibangun Mu’awiyah di atas kafan ‘Ali bin Abi Thalib dengan ibu kota Damaskus. Rezim ini bisa bertahan sekitar 90 tahun (661-750) untuk kemudian diluluhlantakkan oleh rezim baru, campuran Arab dan Persi, dinasti ‘Abbasiyah (750-1258), dengan ibu kota Baghdad. Muslim keturunan Persi merasa dianaktirikan oleh rezim Umayyah sebagai warga mawâlî (kelas dua) cepat bergabung dengan rezim ‘Abbasiyah yang semula berpusat di Khurasan (Persi). Peradaban memang berkembang hingga mencapai puncak-puncaknya yang tertinggi, tetapi semua itu juga dibangun di atas tengkorak umat Islam yang berbeda pandangan politik. Salah seorang dari unsur dinasti Umayyah yang bebas dari pengejaran pasukan ‘Abbasiyah, Abd al-Rahman I (al-Dâkhil) lari ke Spanyol untuk kemudian pada tahun 756 membangun kerajaan di sana yang bisa bertahan berabad-abad sampai 1031 disertai perkembangan peradaban yang tidak kalah hebatnya dibandingkan dengan apa yang dilakukan oleh dinasti ‘Abbasiyah di belahan Timur. Kita semua pasti bangga dengan capaian-capaian itu, tetapi jangan lupa membaca sisi gelap yang lain: politik kekuasaan telah menghancurkan perumahan persaudaraan umat dengan membuang jauh perintah Alquran tentang persatuan berdasarkan iman ke dalam limbo sejarah. Dalam politik kekuasaan, iman sering benar digantikan oleh semangat suku, ras, atau keturunan.

Read More »

Islam Dalam Krisis (1)

Oleh: Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif Jika turunnya wahyu pertama pada tahun 610 Masehi sebagai awal kenabian dapat diterima menjadi tonggak karier Islam di muka bumi, maka karier itu sudah berlangsung dalam lipatan abad yang panjang. Islam bukan lagi agama sederhana, ia sudah kompleks sekali. Tafsiran terhadap agama terakhir ini sudah berlapis-lapis, sehingga untuk menentukan mana yang emas dan mana yang loyang menjadi tidak mudah, kecuali di tangan orang yang dikurniai ‘aqlun shaĥîh wa qalbun salîm (minda yang sehat tak terbelah dan hati yang tulus tanpa cacat), sekalipun tidak pernah sempurna. Alquran pasti membuka diri terhadap orang dengan kualitas prima ini. Tetapi manusia tetap manusia dengan segala keterbatasannya, ada saja sisi-sisi yang lemah yang mengganggu.

Read More »

Ibu

Ayah, di setiap tetes keringatmu kulihat ibu bersusah payah memeras keringat darah memberikan tangisku pada dunia   Pada setiap katamu aku mendengar kata cintanya mengalun di setiap desah nafas yang menghangatkan semesta   Pada tuamu Kudapati barisan doa yang kerap lupa ...

Read More »

Keluarga dan Internalisasi Akhlakul Karimah

Mujahid S.Pd.I* Menurut Ahmad D. Marimba “Pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama”. Adapun pendidikan menurut Ki. Hajar Dewantara ialah “menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya”. Kemudian menurut Zahara Idris pengertian Pendidikan adalah “membantu anak dengan sengaja untuk menjadi manusia dewasa, yakni bertanggung jawab bagi dirinya sendiri dan masyarakat”.

Read More »

Simbur Cahaya Muatan Lokal Pendidikan SUMSEL?

Masyarakat Sumatera Selatan pernah merasakan nikmatnya hidup sebagai masyarakat sipil dengan kesadaran hukum yang sangat baik dan perangkat hukum yang mampu memberikan rasa aman. Layanan hukum yang mudah dijangkau dan peraturan hukum yang menjadi bagian dari sejarah tradisi kehidupan sehari-hari mereka. Masa itu adalah masa sebelum tahun 1983 saat tradisi Simbur Cahaya begitu menyatu dengan kehidupan masyarakat.

Read More »

Simbur Cahaya dan Masalah Kekerasan

Simbur Cahaya dan Masalah Kekerasan Oleh: Drs. Saudi Berlian, M.Si.* Pada mulanya, isi yang terkandung dalam naskah Simbur Cahaya merupakan bahan yang berserakan di berbagai daerah uluan lalu dikompilasi sebagai suatu perundang-undangan. Hasil kompilasi ini kemudian mengalami revisi dan penyempurnaan pada pertemuan adat yang kemudian disebut sebagai rapat besar ataupun rapat Kepala-Kepala Anak Karesidenan Palembang. Dengan demikian, naskah kitab Undang-Undang Simbur Cahaya adalah produk suatu forum resmi yang melibatkan tokoh-tokoh utama dalam masyarakat seperti para pasirah kepala marga.

Read More »

Ketika Android Merampas Anak-anak Kami

"(Saya) lebih suka main di rumah, main game di Android," ucap Rasya Prima (8) sambil memainkan permainan Candy Crush Saga di telepon pintar (smartphone) miliknya. Ketimbang bermain dengan teman-teman di lingkungan rumahnya, bocah kelas tiga sekolah dasar yang akrab disapa Asya ini memang kecanduan bermain berbagai macam aplikasi permainan di ponsel bersistem operasi Android.

Read More »

Akreditasi Prodi Diswastakan

Dimulai 2015 Untuk Rumpun Kesehatan Beban akreditasi program studi (prodi) perguruan tinggi tidak lagi terpusat di pemerintah melalui Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Secara bertahap akreditasi prodi akan diswastakan atau digarap masyarakat. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Meristek Dikti) Muhammad Nasir mengatakan, saat ini jumlah prodi di seluruh kampus negeri atau swasta ada sekitar 22 ribu. "Sedangkan kapasitas anggaran pemerintah di BAN-PT hanya mampu mengakreditasi 3.000 sampai 4.000 unit prodi per tahun," katanya di Jakarta, Selasa (9/12).

Read More »

Guru: Tidak Hanya Soal Kurikulum

Mendikbud Anies Baswedan yang menyebut pendidikan Indonesia dalam kondisi gawat darurat dibenarkan oleh Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). Menurut Anggota Dewan Pertimbangan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Doni Koesoema, pernyataan Mendikbud tersebut adalah kenyataan terkini yang harus diselesaikan dengan solusi bijak.

Read More »

Membuat Internet Aman Untuk Anak

"Bukan gadget yang menimbulkan dampak negatif, tetapi kontennya," kata pemerhati teknologi Dominikus Susanto, dalam bincang-bincang "Gadget dan Internet Untuk Anak, Yes or No?" di Jakarta.

Read More »